Ketika Alloh Membanggakan HambaNYA


PERCIK.ID- Alloh menyandang nama ar-Rohman dan ar-Rohim sebagai bukti cinta kasih yang luar biasa kepada alam semesta, termasuk kepada manusia. Alloh merupakan Dzat penguasa jagad raya, yang ketika DIA menyebut nama hambaNYA dalam hal kebaikan, maka beruntunglah hamba tersebut.


Bayangkan, ketika kita yang tidak siapa-siapa ini misalnya disebut oleh presiden atas prestasi yang kita dapat, kemungkinan kita bangga dan bahagia luar biasa. Lantas bagaimana jika kemudian Alloh yang menyebut nama kita atas "prestasi" yang telah kita rengkuh.

Tidak hanya itu saja, Alloh menyebut hambaNYA dengan bangga dan memproklamirkan kepada para malaikat perihal perbuatan baik yang dilakukan. Ini yang menjadikan beberapa orang tidak dikenal di bumi, tapi merupakan orang yang tersohor di langit. Karena Alloh menunjukkan perbuatan orang tersebut kepada para malaikat. Dan orang tersebut menyembunyikan amaliahnya dari orang lain.

Apa amalan yang menjadikan Alloh sampai menyebut hambaNYA dan memproklamirkan kepada malaikat. Berikut amalan-amalan tersebut.

1. Berdzikir
Ini yang menginisiasi Hasan bin Tsabit mengatakan, “Saya tahu, kapan Alloh menyebut namaku”

 “Kok bisa?”

“Ketika aku menyebut nama Alloh, maka Alloh menyebut namaku”.

Sesuai dengan apa yang Alloh katakan sendiri di dalam al-Qur’an, “Fadzkuruni adzkurkum. Sebutlah Aku, maka Aku akan menyebutmu”.

Ayat ini pada umumnya dimaknai dengan, “Ingatlah Aku, maka Aku akan mengingat kalian.” Tapi kata dzakaro memang sah untuk dimaknai dengan “menyebut, menuturkan, menunjukkan”. Maka tidak salah untuk memaknai fadzkuruni adzkurkum, dengan “Sebutlah Aku, maka Aku akan menyebutmu”.


2. Melaksanakan Solat Malam
Hal ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad saw., “Alloh 'tertawa' terhadap orang yang bangun di tengah malam di mana tak ada seorang pun yang mengetahuinya, lalu ia berwudlu dan menyempurnakannya, kemudian memuji kepada Alloh dan bersholawat kepada Nabi saw. dan memulai membuka al-Qur’an. Yang demikian itu Alloh 'tertawa' kepadanya. Ia berfirman, “Lihatlah hamba-Ku sedang berdiri solat, tak ada seorang pun yang melihatnya selain Aku.”

3. Meminta Ampun Kepada Alloh
“Apabila seorang hamba berbuat dosa kemudia bertaubat dan memohon ampun. Alloh berfirman kepada malaikat-Nya,

“Wahai malaikat, lihatlah hambaku ini, dia berdosa kemudian dia bertaubat dan memohon ampun kepada-Ku. Saksikanlah, Aku telah mengampuninya.”

Lantas ia kembali jatuh ke lembah dosa, maka ia menyesal dan mengulang taubatnya kepada Alloh. Maka Alloh berfirman kepada malaikat,

“Wahai malaikat, lihatlah hambaku ini berdosa kemudian bertaubat kemudian dia mengulanginya lagi kemudian bertaubat. Saksikanlah bahwasanya Aku telah mengampuninya.”

Kemudian untuk yang ketiga kalinya terjerumus kedalam perbuatan dosa, lantas betaubat kembali dan memohon ampun dengan penuh kesungguhan. Lantas Alloh berfirman kepada malaikatnya,

“Wahai malaikatku, lihatlah hamba-Ku ini. Ia berdosa kemudian bertaubat dan Aku telah mengampuninya. Kemudian ia kalah oleh nafsunya dan kembali melakukan perbuatan dosa, kemudian bertaubat maka Aku telah mengampuninya. Kemudian ia kembali kalah oleh nafsunya sekali lagi. Hamba ini tahu bahwasanya dia punya Tuhan yang Maha Pengampun, kemudian dia bertaubat dan kembali kepada Alloh. Lantas Alloh berfirman kepada malaikatnya,

“Wahai Malaikat, saksikanlah bahwasanya Aku telah mengampuni dosanya yang telah lalu maupun yang akan datang.”

4. Adzan dan Iqomat Karena Alloh
“Robbmu takjub dengan penggembala kambing diatas bukit yang melakukan adzan lalu sholat, maka Alloh swt. berfirman: “lihatlah hambaKU ini! ia adzan dan iqomat karena takut kepadaku, maka Aku telah mengampuni hamba-Ku dan memasukkannya kedalam surga


4 hal di atas merupakan beberapa bagian dari amaliah yang menjadikan Alloh bangga pada hambaNYA. Ketika seseorang dalam kondisi seperti ini, betapa beruntungnya.  Dengan 4 dasar itu, menjadi terang pula betapa dekat dan perhatiannya Alloh kepada para hambaNYA.

Toh adakah orang yang tidak ingin disebut dan dibanggakan oleh kekasihnya?


Ahmad Yusuf Tamami Muslich
"Penulis Rubrik Suluh Majalah MAYAra" fb  

1 Komentar

Lebih baru Lebih lama