Resolusi Romadlon


PERCIK.ID- Marhaban ya Romadlon. Marhaban ya syahro shiyam.

Bulan Romadlon adalah syahrun adhim dan syahrun mubarok. Karena keagungan dan barokahnya, sudah semestinya kita mengisinya dengan hal-hal baik. Di awal tahun baru, banyak orang menetapkan resolusi di tahun baru yang akan mereka capai di tahun tersebut. Ingin tubuhnya ideal, ingin menjadi lebih semangat, ingin menghasilkan lebih banyak, lebih banyak membaca, lebih banyak menulis, atau resolusi lain yang biasanya dilist di awal tahun. Bagi umat Islam, penetapan resolusi-resolusi itu pas jika dipancangkan di awal bulan Romadlon.

Mayoritas manusia normal tentu ingin menjadi lebih baik. Keinginan itu pas dan tepat jika dilakukan di bulan Romadlon, berbarengan dengan kondisi yang mengalirkan seorang muslim melakukan hal-hal baik. Dimulai dari sahur, kemudian sepanjang hari melakukan puasa—yang artinya melakukan perintah Alloh—, lalu melakukan sholat tarowih. Belum lagi jika sebelum sahur melakukan qiyamul lail, iktikaf, tadarrus, dan amaliyah baik lain yang  biasanya menjadi tradisi di bulan Romadlon.

Mumpung kebaikan-kebaikan sedang didukung, alangkah indah apabila kebaikan-kebaikan lain juga digeber habis-habisan di bulan Romadlon. Di bulan ini, ibadah puasa mengonsep kombinasi akal, hati, dan jasmani dalam kondisi baik. Akal mampu menciptakan konsep-konsep atau keinginan untuk mencapai sesuatu. Hati menyaring apa yang patut atau tidak patut dikerjakan. Sementara peran jasmani adalah melaksanakan apa yang telah dikehendaki oleh otak dan hati. Puasa kita di bulan Romadlon adalah berusaha menyehatkan ketiga unsur tersebut sekaligus (Dr. Baharuddin Lopa, Puasa Membentuk Pribadi)

Ada hal-hal baik yang bisa lebih mudah kita lakukan di bulan ini daripada di bulan-bulan yang lain. Kita bisa melakukan takholli (pengosongan) pada keburukan-keburukan yang selama ini melekat pada diri kita dan kita ingin menghapusnya. Kita juga bisa melakukan tahalli (pengisian) pada kebaikan-kebaikan yang ingin kita tuangkan di dalam diri kita.

Rosululloh saw. Bersabda, “Jibril mendatangiku dan berkata, “Sangat rugi orang yang bertemu dengan Romadlon, namun tidak mendapatkan ampunan.” Aku membaca amin. (Risalatul Luthfiyyah Jilid II, hal 43)

Momentum Romadlon sebagai bulan pendidikan par excellent pas untuk memancang resolusi-resolusi perbaikan diri dalam banyak hal. Jangan sampai romadlon berlalu begitu saja tanpa memberikan jejak baik apapun. Secara pribadi, kita tahu mana keburukan dan kekurangan dalam diri kita yang perlu kita perbaiki. Pun, kita juga bisa mengukur kebaikan seperti apa yang bisa kita gapai dan wujudkan. Kita yang tahu hal tersebut, dan kita sendiri lah tahu benar mana yang bisa kita benahi. Setalah Romadlon berakhir, di mana kita dalam kondisi yang fitri, kita menjadi pribadi-pribadi baru yang lebih baik dan lebih berkualitas.


Ahmad Yusuf Tamami 
"Penulis Rubrik Suluh Majalah MAYAra" fb  
Tulisan Ahmad Yusuf Tamami Lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama